GEBER RELA (Gerakan Bersih Jeung Resik Kangge Sakola)

Latar Belakang

Kebiasaan-kebiasaan buruk yang selalu dilakukan di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan keluarga yang setiap harinya tidak luput dari pandangan mata anak sejak kecil, menanamkan karakter yang salah dan hal ini dianggap hal yang wajar karena hampir semua orang dilingkungan masyarakatnya melakukan hal tersebut. Dengan berbagai latar belakang kondisi social ekonomi dari orangtua siswa, sangat berpengaruh banyak pada pembentukan karakter yang tertanam dalam diri murid masing masing, selain itu juga factor lingkungan keluarga serta factor lingkungan dari masyarakat yang beragam, merupakan penyumbang terbesar dari pembentukan karakter karakter yang tertanam dalam diri murid sejak sebelum menginjakan kaki di bangku sekolah.

Satu contoh kecil, membuang sampah sering dilakukan banyak orang dilingkungan masyarakat secara sembarangan dan tidak pada tempatnya, bahkan bayak masyarakat yang membuang sampah di sekitar aliran sungai, mereka tidak menyadari bahwa yang dilakukannya adalah salah dan akan menimbulkan bencana yang besar yakni banjir, akibat penumpukan sampah di bantaran sungai.

Demikian juga halnya dilingkungan keluarga, banyak sampah dari sisa rumah tangga yang tidak bisa diuraikan dan selalu dibuang sembarangan. Hal ini tentu saja akan menimbulkan pencemaran bagi lingkungan.

Beranjak dari hal seperti inilah, sekolah sebagai suatu Lembaga Pendidikan berkewajiban menanamkan karakter karakter baik yang harus tertanam dan terpatri didalam diri para peserta didiknya. Sekolah harus memiliki sebuah rencana dan program yang tersetruktur agar karakter karakter baik mulai tertanam dalam diri para murid.

Karakter yang perlu ditanamkan dalam diri para murid, diantaranya adalah karakter Peduli Pada Lingkungan. Dengan pembiasaan pembiasaan yang dilakukan di lingkungan komunitas sekolah sebagai rumah kedua dari para murid, pembiasaan ini selayaknya mulai ditanamkan agar karakter baik mulai tebina dan tertanam pada diri para murid.

Tujuan

  1. Menumbuhkan dan membiasakan rasa peduli terhadap lingkungan Sekolah.
  2. Membiasakan murid untuk tidak membuang sampah sembarangan melainkan pada tempat yang telah disediakan.
  3. Murid semakin bersemangat dalam belajar karena lingkungan kelasnya menjadi bersih, nyaman dan asri
  4. Murid semakin memiliki rasa kepedulian terhadap sesama karena pembiasaan kerja gotongroyong sehingga akan timbul rasa saling menghargai.

Tolak Ukur.

  1. Tercapainya tujuan penanaman karakter baik, peduli terhadap lingkungan kelas dan lingkungan sekolah.
  2. Tercapainya kondisi lingkungan kelas dan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan asri.
  3. Tercapainya kebiasaan saling menghargai, menghormati dan bergotong royong bagi warga sekolah.

Deskripsi Aksi Nyata

Di minggu ke .1,

Langkah pertama yang dilakukan adalah berdiskusi dengan kepala sekolah sebagai  penanggungjawab kegiatan di sekolah sebagai rasa keprihatinan dan untuk membangkitkan semangat gotong royong, saling menghargai dan saling menghormati antar warga sekolah, akibat sempat terhenti dimasa pandemil covid 19 yang sudah berlangsung selama 2 tahun. Selanjutnya mensosialisasikan program kepada  Seluruh Dewan Guru dan para Wali Kelas tiap rombel tentang maksud dan tujuan dari aksinyata ini, apa dan bagai mana teknis cara kerjanya serta perlengkapan yang dibutuhkan untuk pengelolaan kelas agar nampak bersih, rapih, nyaman dan semakin membuat semangat belajar siswa bertambah besar, yang mana akan berdampak positif pada lingkungan sekolah secara keseluruhan. Pembahasan menitik beratkan pada langkah awal yang akan dilakukan, yakni pada penataan lingkungan kelas serta pelibatan orangtua murid dengan membuat paguyuban ditiap kelas.

Gbr. Diskusi dengan Kepala Sekolah, Sosialisasi dengan Guru dan Wali Kelas Tentang Aksi yang akan dilakukan

Di minggu ke.2.

dilanjutkan dengan sosialisasi kepada seluruh orang tua siswa di tiap kelas binaan oleh masing masing wali kelas sebagai bentuk dukungan dari program yang akan dilaksanakan, Pembentukan Paguyuban orang tua di masing masing kelas binaan dengan tujuan untuk mengorganisir peran serta dan sumbangsih orangtua sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekolah yakni memberikan bantuan tanaman perindang / Bunga yang sudah tertanam didalam pot, yang mana nantinya tanaman perindang atau bunga tadi akan diberikan penamaan sesuai dengan Bahasa ilmiah (Bahasa Latin) untuk melatih pemahaman murid tentang mata pelajaran IPA-Biologi, dan juga tak kalah penyingnya menanamkan rasa tanggungjawab sejak dini dari para murid yang memiliki kewajiban merawat tanaman tersebut agar bisa hidup dengan baik. Rencana kegiatan ini akan dilaksanakan pada saat pertemuan tatap muka terbatas (PTMT) yang mana terbagi untuk Rombongan Belajar Kelas VII setiap hari Senin dan Selasa, Rombongan Kelas VIII setiap hari Rabu dan Kamis, serta rombongan belajar Kelas IX setiap hari Jum’at dan Sabtu dengan tujuan utama agar murid memahami apa arti penting dari peduli lingkungan di lingkungan kelasnya.

Gambar Sosialisasi Aksi Kepada Orangtua sekaligus pembentukan Paguyuban tiap Kelas

Di minggu ke.3.

pelaksanaan Aksi Nyata dilakukan setelah KBM PTMT berakhir sesuai dengan tingkatan dari tiap rombingan belajar, Kelas VII setiap hari Senin dan Selasa, Rombongan Kelas VIII setiap hari Rabu dan Kamis, serta rombongan belajar Kelas IX setiap hari Jum’at dan Sabtu,  dimulai dari membersihkan ruang kelas dan menata ruangan kelas sesuai dengan keinginan murid di kelas binaan, dilanjutkan dengan membersihkan halaman depan dan halaman belakang masing masing kelas dengan dibimbing oleh para wali kelas, agar tumbuh semangat gotong royong, toleransi dan saling menghargai baik antara murid dengan murid maupun antara murid dengan guru. Sesuai dengan kesepakatan pada paguyuban orangtua dimasing masing kelas dan agar supaya murid merasa serta mempunyai sifat memiliki terhadap prasarana yang ada dikelasnya, maka langkah pertama yang dilakukan adalah membeli sarana prasarana sebagai infentaris kelas yang dapat membantu untuk membersihkan dan menjaga lingkungan kelas agar tetap bersih terawat dengan menggunakan Kas kelas yang diperoleh dengan cara musyawarah mufakat dalam hal pengumpulan dana kas dikelas.

Gambar  Aksi diminggu ke 3 dengan Siswa dikelas Binaan masing masing rombel

Di minggu ke.4.

pelaksanaan Aksi Nyata dilakukan setelah Kegiatan Belajar Mengajar pada  Pertemuan Tatap Muka Terbatas berakhir sesuai dengan jadwal dari masing masing tiap rombongan belajar, dengan skema pelaksanaan Murid yang belajar pada sesi pertama tidak diperkenankan pulang terlebih dahulu tetapi menunggu di Perpustakaan sampai Murid yang belajar pada sesi ke 2 berakhir. Dan kegiatan ini rutin dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran pada PTMT dengan tujuan bersih dan resik dilingkungan sekolah. Adapun pelaksanaan kegiatan yang sudah dicanangkan yaitu seluruh siswa melakukan gotongroyong untuk mebersihkan lingkungan serta merawat tanaman atau bunga yang diberikan sebagai bentuk dari kepedulian orangtua dibuatkan piket harian dimasing masing kelasnya.

Kegiatan ini menjadi rutinitas disetiap pekannya dari masing masing rombongan belajar dengan bimbingan para walikelasnya.

Hasil dari Aksi Nyata

Terlaksananya pelaksanaan budaya bersih dikelas sebagai satuan terkecil dilingkup sekolah, dengan tujuan utama adalah untuk melatih murid akan arti bekerjasama (Gotong Royong), mandiri, cinta terhadap alam dan lingkungan, sehingga diharapkan berimbas pada komunitas sekolah secara keseluruhan.

Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Menyusun rencana untuk perbaikan perbaikan diantaranya, membiasakan murid akan tanggungjawab dari suatu pekerjaan yang mana pekerjaan itu adalah merawat tanaman hasil dari kolaborasi dan sumbangsih orangtua yang tergabung dalam komunitas paguyuban kelas. Memang masih ada beberapa dari siswa yang masih enggan untuk melakukan kegiatan ini, namun para walikelas akan mengantisipasinya dengan Teknik coach, agar siswa tersebut bisa menyadari arti dari kebersiahan, gotong royong dan rasa tanggungjawab pada dirinya. Jika sudah dalam keadaan Normal serta tidak lagi menggunakan Pembelajaran Tatap Muka terbatas, maka K3 akan menjadi prioritas lomba antar kelas dan juaranya akan diumumkan pada saat upacara bendera.

Menjadikan kelas sebagai rumah kedua bagi para murid, menumbuhkan rasa memiliki akan sarana dan prasarana kelas pada khususnya dan sekolah pada umumnya sehingga dapat mendukung pada pembelajaran untuk lebih menarik, menyenangkan dan berpihak kepada murid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *